Minggu, 29 Oktober 2017



Implementasi Kurikulum 2013 Di SD Negeri 144/II Pasir Putih Kab.Bungo

 
 Perkembangan dunia pendidikan dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan seiring dengan tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di era global. Salah satu permasalahan di bidang pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, yaitu masih rendahnya kualitas pendidikan pada setiap jenjang. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, salah satunya dengan melakukan penyempurnaan kurikulum. Saat ini, dunia pendidikan Indonesia ramai diperbincangkan mengenai penerapan kurikulum 2013. Banyak tanggapan positif dan negatif (pro-kontra) mengenai perubahan kurikulum dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013.
Kurikulum 2013 di SDN 144/II Pasirputih dilaksanakan mulai tanggal 17 Juli 2016. Implementasi Kurikulum 2013 di SDN 144/II Pasirputih bekerjasama dengan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), Dinas Pendidikan Kab.Bungo, UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Kecamatan Rimbotengah, SDN 144/II Pasirputih dalam implementasi Kurikulum 2013 juga melakukan sosialisasi terhadap guru-guru dan walimurid, selain itu guru-guru dan kepala sekolah juga mengikuti diklat yang diadakan oleh pemerintah untuk kesuksesan implementasi Kurikulum 2013. Diklat Kurikulum 2013 tidak hanya diikuti oleh kepala sekolah dan guru kelas, melainkan juga diikuti oleh guru matapelajaran seperti guru agama dan guru olahraga
Implementasi Kurikulum 2013 di SDN 144/II Pasirputih sudah diterapkan untuk Kelas I, kelas II, kelas IV dan Kelas V. Guru sudah menggunakan pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan scientific, dan penilaian autentik. Guru juga sudah membuat rapor yang berisi mengenai deskripsi kelebihan dan kelemahan peserta didik dalam menguasai suatu kompetensi dasar.
Faktor pendukung implementasi Kurikulum 2013 meliputi buku pedoman yang diberikan ketika sosialisasi Kurikulum 2013, arahan dari pengawas, fasilitas sekolah, dan sosialisasi yang diberikan oleh LPMP. Dengan adanya faktor pendukung tersebut guru-guru memanfaatkan dengan cara menggunakan buku pedoman untuk menyusun berbagai administrasi kurikulum, memanfaatkan fasilitas sekolah semaksimal mungkin untuk menunjang pembelajaran, mengikuti setiap sosialisasi yang diberikan oleh LPMP,
Hambatan yang dihadapi oleh pihak sekolah disebabkan oleh beberapa hal  yaitu :

  1. masih adanya peserta didik yang belum bisa membaca, membedakan huruf, dan angka untuk Kelas I,
  2.  materi terlalu banyak dan harus diselesaikan dengan target satu tema 1 bulan, pembelajaran tidak selalu tuntas dalam satu PB padahal satu PB harus selesai dalam satu hari,
  3. terlalu banyak administrasi yang harus diselesaikan, pembuatan RPP harus mencantumkan tiga pendekatan, satu RPP digunakan untuk satu kali pertemuan atau untuk satu PB, guru merasa kesulitan dalam membagi waktu antara pelaksanaan pembelajaran dan administrasi, serta guru kesulitan dalam melakukan penilaian karena penilaian yang cukup banyak.
  4. Terlambatnya pendistribusian Buku siswa dan buku guru sehingga menghambat proses pembelajaran                                                                                                       Demikian lah implementasi kurikulum 2013 di SD Negeri 144/II Pasirputih,mohon komentar dan pertanyaan dari teman-teman. Terimakasih.

EVALUASI KURIKULUM KTSP DI SD NEGERI 144/II PASIRPUTIH KAB.BUNGO

Evaluasi KTSP penting dilaksanakan untuk mengetahui capaian program, pelaksanaan, pengawasan dan faktor pendukung penerapan KTSP. Penel...