Senin, 16 Oktober 2017

Landasan dan Prinsip Pengembangan Kurikulum

1.                       Pengertian Pengembangan Kurikulum
Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Kurikulum merupakan alat untuk mencapai pendidikan yang dinamis. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus senantiasa dikembangkan dan disempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengertian kurikulum yang semakin luas membuat para pelaksana kurikulum memberikan batasan sendiri terhadap kurikulum. Namun perbedaan pengertian tersebut tidak menjadi masalah yang besar terhadap pencapaian tujuan pendidikan, apabila pengembangan kurikulum didasarkan pada landasan dan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Hal ini dimaksudkan agar pengembangan kurikulum yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari pendidikan nasional. Perwujudan prinsip, aspek dan konsep kurikulum terletak pada guru. Sehingga guru memiliki tanggung jawab terhadap tercapainya tujuan kurikulum itu sendiri.
Oleh sebab itu, seorang pelaksana kurikulum perlu mengetahui dan melaksanakan   beberapa landasan dan prinsip-prinsip menjadi pedoman dalam pengembangan kurikulum. Namum hal ini sering diabaikan oleh para pelaksana kurikulum, sehingga pencapaian tujuan pendidikan tidak optimal. Hal ini yang mendasari penulis untuk menyusun makalah ini. Makalah ini memaparkan apa yang menjadi landasan- landasan dan prinsip-prinsip yang mendasari suatu proses pengembangan kurikulum.

1.      Landasan Pengembangan Kurikulum
Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat.
Dengan landasan yang kokoh kurikulum yang dihasilkan akan kuat, yaitu program pendidikan yang dihasilkan akan dapat menghasilkan manusia terdidik sesuai dengan hakikat kemanusiannya, baik untuk kehidupan masa kini maupun menyongsong kehidupan jauh ke masa yang akan datang.
Penggunaan landasan yang tepat dan kuat dalam mengembangkan kurikulum tidak hanya diperlukan oleh para penyusun kurikulum ditingkat pusat (makro), akan tetapi terutama harus dipahami dan dijadikan dasar pertimbangan oleh para pengembang kurikulum ditingkat operasional (satuan pendidikan), yaitu para guru, kepala sekolah, pengawas pendidikan (supervisor) dewan sekolah atau komite pendidikan dan para guru serta pihak-pihak lain yang terkait (stacke holder).
Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang memiliki kedudukan cukup sentral dalam perkembangan pendidikan, oleh sebab itu dibutuhkan landasan yang kuat dalam pengembangan kurikulum agar pendidikan dapat menghasilkan manusia-manusia yang berkualitas. Adapun yang menjadi landasan dalam pengembangan kurikulum yaitu:
1.      Landasan Filosofis
Landasan Filosofis dalam pengembangan kurikulum, yaitu akan membahas dan mengidentifikasi landasan filsafat dan ilmplikasinya dalam mengembangkan kurikulum. Filsafat membahas segala permasalahan manusia, termasuk pendidikan, yang disebut filsafat pendidikan. Filsafatmemberikan arah dan metodologi terhadap praktik-praktik pendidikan, sedangkan praktik- praktik   pendidikan   memberikan   bahan-bahan   bagi pertimbangan filosofis. Keduanya sangat berkaitan erat. Hal inilah yang menyebabkan landasan filosofis menjadi landasan penting dalam pengembangan kurikulum. Dalam penyusunan kurikulum di Indonesia yang harus diacu adalah Filsafat pendidikan pancasila. Filsafat pendidikan dijadikan dasar dan arah sedangkan pelaksanaanya melalui pendidikan.
2.      Landasan Psikologis
Landasan Psikologis dalam pengembangan kurikulum, yaitu akan membahas dan mengidentifikasi landasan psikologis dan ilmplikasinya dalam mengembangkan kurikulum. Dalam proses pendidikan yang tejadi adalah proses interaksi antar individu. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya karena kondisi psikologisnya. Kondisi psikologis sebenarnya merupakan karakter psiko- fisik seseorang sebagai individu yang dinyatakan dalam berbagai bentuk perilaku interaksi dengan lingkungannya. Dalam pengembangan kurikulum, minimal ada dua landasan psikologi yang mempengaruhinya, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Terdapat Sembilan aspek psikologi yang kompleks tetapi satu yang dikembangkan dengan perantara berbagai mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum.
1.      Aspek Ketakwaan
2.      Aspek Cipta
3.      Aspek Rasa
4.      Aspek Karsa
5.      Aspek Karya (Kreatif)
6.      Aspek Karya (Keprigelan)
7.      Aspek Kesehatan
8.      Aspek Sosial
9.      Aspek Individu
10.  Landasan Sosial Budaya
Kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Dengan pendidikan diharapkan muncul masyarakat-masyarakat yang tidak asing dengan masyarakat. Dengan pendidikan diharapkan lahir manusia- manusia yangbermutu, mengerti, dan mampu membangun masyarakat. Oleh sebab itu tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, kekayaan dan perkembangan masyarakat.
4.      Landasan Yuridis
Kurikulum pada dasaranya adalah produk yuridis yang ditetapkan melalui keputusan menteri Pendidikan Nasional RI. Sebagai pengejawantahan dari kebijakan pendidikan yang ditetapkan oleh lembaga legislatif yang mestinya mendasarkan pada konstitusi/UUD. Dengan demikian landasan yuridis pengembangan kurikulum di NKRI ini adalah UUD 1945 (pembukaan alinia IV dan pasal 31), peraturan-peraturan perundangan seperti: UU tentang pendidikan (UU No.20 Tahun 2003), UU Otonomi Daerah, Surat Keputusan dari Menteri Pendidikan, Surat Keputusan dari Dirjen Dikti, peraturan-peraturan daerah dan sebagainya.

1.      PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum, yaitu:
1.      Prinsip relevansi
Secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).
2.      Prinsip Fleksibilitas
Dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
3.      Prinsip kontinuitas
Adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
4.      Prinsip efisiensi
Mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
5.      Prinsip efektivitas
Mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.



Daftar Pustaka

Dakir, H. 2004. Perencanaan Dan Pengembangan Kurikulum. Rineka Cipta. Jakarta.

Putra, Andra. 2014. Landasan dan Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum.http://andraputraa.blogspot.co.id/2014/03/landasan-dan-prinsip-prinsip.html. Diunduh pada tanggal 13 Oktober 2015.

Sudrajat, Akhmad. 2008. Prinsip Pengembangan Kurikulum. https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/prinsip-pengembangan-kurikulum/. Diunduh pada tanggal 13 Oktober 2015.




23 komentar:

  1. Kurikulum yang terbaru harus lebih baik dari kurikulum sebelumnya mengingat makna kurikulum baru sangat penting bagi generasi masa depan.

    BalasHapus
  2. Kurikulum yang terbaru harus lebih baik dari kurikulum sebelumnya mengingat makna kurikulum baru sangat penting bagi generasi masa depan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu kurikulum itu diperbaharui karna penyesuaian dengan perkembangan zaman pada saat ini kurikulum 2013 masih dilakukan revisi-revisi agar lebih sempurna dan dapat mencapai tujuan yang maksimal

      Hapus
    2. Betul sekali... Kalau kita tidak mau berobah maka kita akan tertinggal bayangkan apa yang akan terjadi pada generasi penerus kita apabila kita tidak mau mengikuti perkembangan bagaimana nantinya mereka menghadapi era globalisasi. :) trimakasih rika

      Hapus
  3. memang masih dapat beberapa kekurangan. tetapi bila guru dapat mengantisipasi itu, maka K13 jadi sangat baik itu proses pembelajaran siswa :) terimakasih postingannya ibu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua kembali kepada pribadi gurunya apakah siap untuk berobah demi masa depan anak bangsa jika mereka mau maka kekurangan itu bukan suatu masalah yg besar asalkan mereka mau melakukan inovasi dalam pembelajaran :) trimakasih difa

      Hapus
    2. Sekilas pengetauan dan penglihatan.begitu banyak guru-guru dan sekolah-sekolah belum siap untuk berubah dalam artian penolakan penerapan kurikulum baru.Terutama di pelosok-pelosok desa. Semoga Penerapan kurikulum baru ada titik terangnya ya kak...
      dan semoga tidak ada lagi penerapan dua kurikulum didalam satu negara. Amin :🙏

      Hapus
  4. Kurikulum 2013 membuat peserta didik lebih termotivasi dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dimilikinya dan guru sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran

    BalasHapus
  5. terimakasih uni yesi ...infonya sangat membantu

    BalasHapus
  6. Pengembangan kurikulum diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda bangsa Indonesia menghadapi tantangan global, mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

    BalasHapus
  7. kurikulum hanyalah salah satu alat untuk mempermudah dalam proses pencapaian tujuan pendidikan.

    BalasHapus
  8. Semakin bagus kurikulum yang dipakai maka akan semakin bagus pula hasil pembelajarab.

    BalasHapus
  9. Kurikulum seperti alat komunikasi pemerintah kepada para pelaku pendidikan dalam pencapaian tujuan pendidikan secara nasional.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Kurikulum berubah kita Harus berubah....menjadi yg lebih profesional...

    BalasHapus
  13. pengembangan kurikulum itu agar pendidikan dapat menghasilkan manusia manusia yang berkualitas.

    BalasHapus
  14. Benar, Pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.😊

    BalasHapus
  15. Pengembangan kurikulum didasarkan berbagai aspek , dimaksudkan agar kurikulum yang akan digunakan kontenya memenuhi aspek kehidupan manusia dalam rangka mencapai kebahagian yang hakiki yakni dunia dan akherat ...

    BalasHapus
  16. setelah membaca pengembangan kurikulum ini pada dasarnya kurikulum memang benar sebagai pedoman dan acuan bagi kita tenaga pendidik, tetapi tetap tergantung kepada pelaksanaan kurikulum yg trjadi di lapangan dan kurikulum harus senantiasa di kembangkan dan di sempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi...

    BalasHapus
  17. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan isi pelajaran, bahan kajian, dan cara penyampaian serta penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.

    BalasHapus
  18. Nah, kurikulum yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari pendidikan nasional. Perwujudan prinsip, aspek dan konsep kurikulum terletak pada guru.😊

    BalasHapus
  19. Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru.

    BalasHapus

EVALUASI KURIKULUM KTSP DI SD NEGERI 144/II PASIRPUTIH KAB.BUNGO

Evaluasi KTSP penting dilaksanakan untuk mengetahui capaian program, pelaksanaan, pengawasan dan faktor pendukung penerapan KTSP. Penel...