Implementasi
Kurikulum 2013 Di SD Negeri 144/II Pasir Putih Kab.Bungo
Perkembangan
dunia pendidikan dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan seiring dengan
tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya
saing di era global. Salah satu permasalahan di bidang pendidikan yang dihadapi
oleh bangsa Indonesia, yaitu masih rendahnya kualitas pendidikan pada setiap
jenjang. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional,
salah satunya dengan melakukan penyempurnaan kurikulum. Saat ini, dunia
pendidikan Indonesia ramai diperbincangkan mengenai penerapan kurikulum 2013.
Banyak tanggapan positif dan negatif (pro-kontra) mengenai perubahan kurikulum
dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013.
Kurikulum
2013 di SDN 144/II Pasirputih dilaksanakan mulai tanggal 17 Juli 2016.
Implementasi Kurikulum 2013 di SDN 144/II Pasirputih bekerjasama dengan LPMP
(Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), Dinas Pendidikan Kab.Bungo, UPTD (Unit
Pelaksana Teknis Daerah) Kecamatan Rimbotengah, SDN 144/II Pasirputih dalam
implementasi Kurikulum 2013 juga melakukan sosialisasi terhadap guru-guru dan
walimurid, selain itu guru-guru dan kepala sekolah juga mengikuti diklat yang
diadakan oleh pemerintah untuk kesuksesan implementasi Kurikulum 2013. Diklat
Kurikulum 2013 tidak hanya diikuti oleh kepala sekolah dan guru kelas,
melainkan juga diikuti oleh guru matapelajaran seperti guru agama dan guru
olahraga
Implementasi
Kurikulum 2013 di SDN 144/II Pasirputih sudah diterapkan untuk Kelas I, kelas
II, kelas IV dan Kelas V. Guru sudah menggunakan pembelajaran tematik
integratif dengan pendekatan scientific, dan penilaian autentik. Guru
juga sudah membuat rapor yang berisi mengenai deskripsi kelebihan dan kelemahan
peserta didik dalam menguasai suatu kompetensi dasar.
Faktor
pendukung implementasi Kurikulum 2013 meliputi buku pedoman yang diberikan
ketika sosialisasi Kurikulum 2013, arahan dari pengawas, fasilitas sekolah, dan
sosialisasi yang diberikan oleh LPMP. Dengan adanya faktor pendukung tersebut
guru-guru memanfaatkan dengan cara menggunakan buku pedoman untuk menyusun
berbagai administrasi kurikulum, memanfaatkan fasilitas sekolah semaksimal
mungkin untuk menunjang pembelajaran, mengikuti setiap sosialisasi yang
diberikan oleh LPMP,
Hambatan
yang dihadapi oleh pihak sekolah disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
- masih adanya peserta didik yang belum bisa membaca, membedakan huruf, dan angka untuk Kelas I,
- materi terlalu banyak dan harus diselesaikan dengan target satu tema 1 bulan, pembelajaran tidak selalu tuntas dalam satu PB padahal satu PB harus selesai dalam satu hari,
- terlalu banyak administrasi yang harus diselesaikan, pembuatan RPP harus mencantumkan tiga pendekatan, satu RPP digunakan untuk satu kali pertemuan atau untuk satu PB, guru merasa kesulitan dalam membagi waktu antara pelaksanaan pembelajaran dan administrasi, serta guru kesulitan dalam melakukan penilaian karena penilaian yang cukup banyak.
- Terlambatnya pendistribusian Buku siswa dan buku guru sehingga menghambat proses pembelajaran Demikian lah implementasi kurikulum 2013 di SD Negeri 144/II Pasirputih,mohon komentar dan pertanyaan dari teman-teman. Terimakasih.
Bagaimana strategi implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran
BalasHapusDi SD Negeri 144/II Pasirputih Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan tematik integratif, pendekatan scientific, dan juga penilaian auntentik. Tematik integrative merupakan penggabungan dari beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema, pendekatan scientific merupakan pendekatan melalui menanya, mencoba, dan menalar, sedangkan penilaian autentik merupakan penilaian yang mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
HapusMenurut pendapat ibu yesi Bagaimana upaya pemecahan masalah untuk mengatasi peserta didik yang belum bisa membaca dan mengenal huruf khususnya di kelas 1 sedangkan kurikulum 2013 diharuskan peserta didik bisa membaca.
BalasHapusdalam mengatasi masalah siswa belum bisa membaca dan mengenal hurup guru memberikan perhatian khusus kepada siswa yang belum bisa membaca dan mengenal hurup dengan cara membimbing siswa dlm proses pembelajaran dan memberikan waktu tambahan kepada siswa misalnya saat pulang sekolah sebelum dijemput orang tuanya si anak diajarkan membaca serta guru juga meminta bantuan kepada walimurid untuk membantu anak belajar membaca di rumah
HapusMenurut pendapat ibu yesi Bagaimana upaya pemecahan masalah untuk mengatasi peserta didik yang belum bisa membaca dan mengenal huruf khususnya di kelas 1 sedangkan kurikulum 2013 diharuskan peserta didik bisa membaca.
BalasHapusSudah ckup jlas implementasi k13 di SD kak yesi, terdapat beberapa hambatan disekolah . Bagaimana cara sekolah atau pun guru contohny kak yesi utk menyelesaikan masalah target satu tema 1 bulan, pembelajaran tidak selalu tuntas dalam satu PB padahal satu PB harus selesai dalam satu hari tsb ??
BalasHapusdalam mengatasi masalah terkait materi yang belum selesai yakni dengan guru memberikan tugas mandiri terkait dengan materi yang belum tuntas dan memberikan tambahan materi pada hari selanjutnya sebelum masuk PB baru serta guru meminta bantuan kepada walimurid untuk membantu anak memahami secara detail tema yang belum selesai.
HapusBagaimana cara ibu yessy mengatasi keterlambatan siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan kurukulum 2013? 😊
BalasHapusMengatasi keterlambatan dalam belajar sepertinya jawabannya sudah kami jawab diatas. Bagaimana menurut buk yossa apakah jawaban kami sudah cocok dengan pertanyaan buk yossa
BalasHapusTerlambatnya pendistribusian Buku siswa dan buku guru sehingga menghambat proses.Nah Gimana Nih kak...Kalau terjadi keterlambatan gini.terus Guru berpedoman pake apa untuk mengajar?
BalasHapus:) <._.>
Di SD negeri 144/II pasirputih menyiasati dengan keterlambatan buku dengan cara menggunakan buku sumber lain dengan materi dan KD yang sama dengan kurikulum 2013 contohnya matematika bukunya blm datang kita pakai buku ktsp terbitan TS namun materinya ada di semester 2 yaitu materi pecahan jadi SDN 144 berpedoman pada KD yg sdh ditetapkan dlm kurikulum 2013 yg diambil dari permendiknas no 21 tentang standar isi dan mencari sumber yang sesuia....
HapusPada hmbatan1 kita sudah mengetahui bahwa paserta didik baru sebagian blm bisa mengenal huruf,angka bahkan baca.disana kita sdh merencanakan pengembangan kurikulum melalui rencana pembelajaran yang harus dibuat dlm pembelajran sesuai dengan karakter anak.
BalasHapusYa benar sekali buk ros kita sebagai seorang guru harus mengetahui karakteristik dan kemampuan dasar peserta didik kita sehingga kita bisa merancang pembelajaran yg sesuai agar tercapai tujuan pembelajaran
Hapusbagaimana cara ibu yessi mengatasi keterlambatan distribusi buku,sedangkan buku tersebut sangat penting untuk menunjang pembelajaran ?
BalasHapusJawaban pertanyaan buk maryani sudah ada diatas dan sudah ditanyakan oleh saudara yudist mohon dibaca lg dan apakah jawaban saya sudah bisa menjawab pertanyaan ibuk.....trimakasih
BalasHapusApresiasi yg luar biasa untuk SDN 144/II pasir putih bungo,dari berbagai masalah yg dihadapi guru,ternyata guru dapat mengatasinya dengan ketrampilan yg dimiliki guru,khususnya ibu yesi,trima kasih artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusTrimakasih kembali buk rika
Hapusass dari permasalahan diatas apa upaya yang telah dilakukan penulis dalam mengatasi masalah yanga tercantum dalam artikel, dan bagaimana pendapat penulis tentang pengimplemntasian kurikulum 2013 di sekolah tempat penulis berkerja apakah sudah berjalan sesuai dengan struktur dari kurikulum 2013?
BalasHapusMaaf pak malik permasalahan mana yg anda tanyakan karna sebagian besar dari masalah dalam artikel saya sudah ditanyakan teman2 terdahulu dan sudah saya jawab mohon pak malik baca kembali semoga pertanyaan pak malik sudah terjawab dan terwakili oleh pertanyaan teman2 sebelumnya terimakasih.
Hapusselain itu banyak lagi permasalah dalam pelaksanaan kurtilas salah satunya kurangnya/ belum meratanya pembekalan terhadap guru pelaksana kurtilas
BalasHapusSosialisasi dalam implementasi kurikulum sangat penting dilakukan, agar semua pihak yang terlibat dalam implementasinya di lapangan paham dengan perubahan yang harus dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing, sehingga mereka memberikan dukungan terhadap perubahan kurikulum yang dilakukan.
HapusAssalamu'alaikum Uni.....upaya yang harus dilakukan dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam implementasi kurikulum 2013, supaya pihak terkait dapat mengoptimalkan kegiatan pendampingan terutama yang sudah ditugasi oleh Pemerintah ......mksh Uni....selamat berkurtilas....
BalasHapusWalaikumsalam abak....
HapusTerimakasih atas sosulinya semoga kita semua dapat mengimplementasikan kurtilas sesuai amanah uu.....
Menurut ibu apakah pembelajaran tema dapat di pahami oleh peserta didik dalam satu bulan sedangkan kemampuan setiap peserta didik berbeda?
BalasHapusmenurut ibu, bagaimana guru mengatasi hambatan, materi terlalu banyak dan harus diselesaikan dengan target satu tema 1 bulan, pembelajaran tidak selalu tuntas dalam satu PB padahal satu PB harus selesai dalam satu hari?
BalasHapusArtikel nya bagus ini dan penerapan di SDN 144/II pasir putih sudah bagus, setiap suatu hal yg baru pasti memiliki hambatannamun dengan adanya Perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 ini memang merupakan suatu langkah maju dari pemerintah Indonesia untuk menciptakan generasi yang lebih baik dan berkualitas. Jadi siap ngak siap kita harus siap kata kak rika 😉😉😉
BalasHapusKurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.
BalasHapusassalamualaikum uni yesi memang benar selain dari hambatan dan problematika yg di hadapi oleh pihak sekolah terutama guru dalam implementasi kurikulum 2013 yaitu masih adanya peserta didik yg belum bisa membaca, membedakan huruf dan angka untuk kelas 1,dan materi juga terlalu bnyak dan harus di selesaikan serta pembuatan RPP juga mencamtumkan tiga pendekatan dan keterlambatan pendistribusian buku2 dan ketergesa-gesaan penerapan menyebabkan ketidaksiapan penulisan,pencetakan dan peredaran buku sehingga menyebabkan berbagai permasalahan di ribuan sekolah akibat keterlambatan atau ketiadaan buku trsebut ..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional
BalasHapusK-13 merupakan perubahan dr kurikulum sebelumnya, kurikulum berubah hendaknya cara tenaga pendidik mengajar juga harus berubah,jgn menggunakan metode yg lama...wslm...
BalasHapus