Evaluasi KTSP penting dilaksanakan untuk mengetahui
capaian program, pelaksanaan, pengawasan dan faktor pendukung penerapan KTSP.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data tentang evaluasi penerapan
KTSP pada SD Negeri 144/II Pasirputih
Kab.Bungo. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil
kepala sekolah, dan guru.
Hasil Pemantauan Evaluasi KTSP di SD Negeri 144/II
Pasirputih adalah:
(1)
Isi Dokumen 1 KTSP sesuai panduan namun masih kurang penjelasan tentang
pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis lokal dan global. Silabus dan
RPP diadopsi dari contoh yang dikeluarkan oleh BSNP, namun sebagian besar guru
sudah mengadaptasi sesuai dengan kondisi sekolahnya. Silabus dan RPP masih
lemah dalam hal penarikan indikator dan penilaian
(2)
Pelaksanaan KTSP Dokumen 1 sudah sesuai dengan perencanaan. Pelaksanaan
pembelajaran belum sepenuhnya berdasarkan RPP. Guru kelas rendah belum
menggunakan pendekatan tematik. Guru pada kegiatan inti sudah melaksanakan
kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi serta melaksanakan pakem sehingga
siswa aktif dan kreatif namun masih ada sebagian kecil guru yang belum dapat
melakukannya dengan baik. Guru sudah menggunakan berbagai media dan sumber
belajar, namun masih ada sebagian kecil guru yang belum menggunakannya. Guru
pada kegiatan pendahuluan tidak menyampaikan tujuan, manfaat, cakupan materi
dan strategi belajar, dan pada kegiatan penutup tidak melaksanakan refleksi.
Guru dalam melaksanakan penilaian pembelajaran masih terdapat
kelemahan-kelemahan, seperti masih ditemukan kurang bervariasinya tehnik
penilaian, kurang sesuainya indikator dengan kompetensi dasar dan dengan tehnik
penilaian yang digunakan serta hasil penilaian belum dimanfaatkan sebagai bahan
menyusun rencana tindak lanjut.
(3)
Pengawas dan kepala sekolah telah melakukan pengawasan KTSP melalui kegiatan
supervisi yang dilakukan setahun sekali.
(4) Faktor pendukung penerapan KTSP Tersedianya
sarana prasarana yang lengkap, dukungan
orang tua, dan kepala sekolah, motivasi siswa yang tinggi, serta kerjasama
antar guru dan yang menjadi faktor penghambat penerapan KTSP adalah masih
lemahnya kemampuan guru dalam hal perencanaan RPP tematik, penerapan tematik
dan perancangan bahan ajar serta penilaian.
Demikianlah hasil evaluasi
KTSP di SD Negeri 144/II Pasirputih Kab.Bungo, Mohon tanggapannya teman-teman.
Trimakasih.
Nah,pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya berdasarkan RPP. Guru kelas rendah belum menggunakan pendekatan tematik. Guru pada kegiatan inti sudah melaksanakan kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi serta melaksanakan pakem sehingga siswa aktif dan kreatif namun masih ada sebagian kecil guru yang belum dapat melakukannya dengan baik.😊
BalasHapussurvei yang ibu yesi lakukan sudah baik, terlihat masih bnyak kekurangan yang ada pada evaluasi KTSP ini, menurut saya ada baiknya kita sebagai guru yang sadar akan siswa kedepannya sama2 berjuang dengan kepala sekolah mengubah minset pemebalajaran yang monoton, supaya guru yang awalnya tidak paham menjadi lebih pham dan dapat melakukannya di kelasnya sendri :)
BalasHapusEvaluasi kurikulum merupakan usaha sistematis yang dilakukan untuk memperbaiki kurikulum yang masih tahap pengembangan maupun kurikulum yang telah di laksanakan agar menjadi lebih siap dimasa yang akan datang.
BalasHapusAsslmkum...Evaluasi KTSP penting dilaksanakan untuk mengetahui capaian program, pelaksanaan, pengawasan dan faktor pendukung penerapan KTSP.Dan Pengawas dan Kepala Sekolah Harus Melakukan Pengawasan terhadap KTSP ini melalui kegiatan supervisi yang dilakukan setahun sekali.Terima Kasih
BalasHapusSurvey yang ibu lakukan sdh sangat baik .lemahnya kemampuan guru dalam menyusun rpp tematik di kelas rendah disebbkan kurangnya pemahaman guru terhadap hal itu hendakny dilkukan kerjasama antar guru untuk melatih dlm pembuatan rpp misalnya dlm kkg.juga perlu sosialisa tentang rpp tematik.
BalasHapusPenilaian sikap hendaknya sudah dimulai dari implementasi kurikulum 2006, karena pada buku rapor siswa guru juga harus menentukan kepribadian siswa, guru pada umum masih membudayakan penilaian dengan tulisan saja tidak variatif, padahal banyak variasi lain seperti lisan, penugasan dan praktik.
BalasHapusAslmkm bu yes..
BalasHapusSepertinya d sekolah tempattugas ibu sudah cukup nyaman dengan kurikulum KTSP karena beberapa faktor yang sudah sangat mendukung, tetapi dengan kebijakan yang baru sekarang K 13 maka saya yakin tahap demi tahap semuanya jg akan berjalan dengan baik,,
dari paparan ibu yesi mengenai faktor di atas dpat di simpulkan bahwasanya kurikulum merupakan bagian dari pendidikan dalam lingkup yang luas dan merupakan alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidiakn,dan dalam hal ini siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya,dan tugas utama seorang guru pun adalah menciptakan lingkungan tersebut ,untuk mendorong siswa melakukan interaksi yg produktif dan memberikan rancangan dlam suatu rencana mengajar dan dalam menentukan materi pembelajran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan.dan dari evaluasi tersebut merupakan akar dari pembenahan yang positif dalam rangka memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam suatu kurikulum. semoga dengan adanya kurikulum KTSP maupun kurikulum 2013 bisa diterapkan dan terlaksanya proses pembelajran dengan baik walaupun msih terdapat kelemahan guru dalam menyiapakan rpp tematik di kelas rendah
BalasHapusUntuk mengatasi kelemahan yang ada pada guru tentunya perlunya pembinaan melalui kegiatan KKG mandiri atau KKG gugus dengan intensitas kegiatan lebih tinggi agar pemahaman guru terhadap dokumen KTSP, penyusunan perencanaan dan penilaian cepat terlaksana dengan baik sebab bila ini diabaikan akan berdampak pada proses dan hasil belajar siswa
BalasHapusSetiap kurikulum tetap sasaran utamanya adalah guru, sehingga setiap guru dituntut harus benar-benar memahami kurikulum yang diterapkan sehingga dalam proses pembelajaran guru dapat menerapkan metode-metode yang tepat.Sehingga peserta didik dapat memahami pembelajaran yang diajarkan.
BalasHapusMuatan KTSP seperti kecakapan hidup yang belum ada penjelasannya tentu harus ada penyempurnaan . Namun kecakapan hidup yang dimasud harus relevan dengan KD pada jenjang SD, dan pelaksanaannya bisa dilakukan pada hari Sabtu , sebenarnya untuk KTSP bisa menambah jam pelajaran sesuai kesepakatan sekolah . Hal ini merujuk pada pelaksanaan menejemen berbasis sekolah .
BalasHapusPertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013
BalasHapusPertemuan ini mengumpulkan semua perwakilan sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum 2013 untuk mengevaluasi tahap awal penerapan pola pembelajaran baru dalam sebulan terakhir. Pertemuan ini penting sebab sebagian sekolah merasa mampu menerapkan kurikulum baru dengan baik, namun yang lain kesulitan. Sehingga dengan adanya forum ini akan terjalin tukar menukar pengalaman tentang pelaksanaan kurikulum 2013 di masing-masing sekolah.
Suatu kenyataan yang harus diakui adalah bahwa SKL yang tercantum dalam Permen nomor 23 tahun 2005 adalah pengembangan lebih lanjut dari kompetensi yang dihasilkan ketika pemerintah mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi di awal tahun 2000 sampai tahun 2004. Oleh karena itu memang terjadi beberapa kelemahan konseptual dalam rumusan standar tersebut sehingga apabila ada kesulitan membedakan SKL tersebut dengan kompetensi maka hal tersebut bukan sesuatu yang men-cengangkan. Meski pun demikian, secara konseptual keberhasilan KTSP harus diukur dari SKL dan ukuran itu harus berkenaan dengan dua komponen konten yang ada pada rumusan standar yaitu substansif, sikap, dan keterampilan.
BalasHapus